Demi Berkontribusi Mengurangi Limbah yang Ada di Lingkungan, Tim Prodi Kimia Universitas Pertamina Membuat Sabun Multifungsi yang Kemudian Mendapatkan Pendanaan pada Inkubasi Bisnis Batch 2

Pada ajang Inkubasi Bisnis yang diadakan oleh Tim Career Universitas Pertamina bulan maret lalu, Tim dari Prodi Kimia berhasil mendapatkan pendanaan untuk menjalankan bisnisnya berupa produk pembersih kebutuhan rumah tangga yang bernama Savon. Savon merupakan sabun multifungsi yang digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga seperti mencuci piring, membersihkan lantai dan membersihkan kamar mandi. Savon juga dikemas menggunakan packaging yang ramah lingkungan. Savon juga dijual dalam bentuk kapsul yang dapat dilarutkan didalam air. 

Menurut Founder Savon, mulanya bisnis ini dimulai hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah saja. “Awalnya produk Savon ini merupakan luaran dari mata kuliah yang ada di kimia Universitas Pertamina yaitu technopreneurship. Mata kuliah ini merupakan penggabungan dari terapan teknologi dan bisnis yang dilihat dari sudut pandang kimia. Melalui persiapan dan riset yang cukup panjang selama 1 semester mata kuliah tersebut akhirnya tim kami merasa bisnis ini cukup worth it untuk dijalankan”

Founder Savon juga menjelaskan bahwa awal mula dibuat produk Savon berasal dari keresahan terhadap pencemaran lingkungan yang ada saat ini. “Produk pembersih rumah tangga yang ada saat ini kan memiliki konsentrasi limbah yang cukup pekat ketika dibuang ke lingkungan, hal tersebut tentunya memiliki dampak yang berbahaya karena meningkatkan kesadahan air yang ada. Limbah plastik yang digunakan untuk packaging nya juga menjadi masalah tersendiri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibuat lah savon yang berupa sabun multifungsi yang larut didalam air, sehingga konsentrasi limbah cair yang dibuang ke lingkungan dapat dikurangi. Dengan kepraktisan Savon ini konsumen juga tidak perlu membeli produk pembersih secara terpisah yang kemudian akan mengurangi limbah yang ada dan memiliki nilai ekonomisnya sendiri”

Dengan proses persiapan yang memakan waktu hampir 1 semester lamanya, tim inti dari prodi kimia yang berisikan Zahra Raihana (Kimia 2018), Andrea Hanna (Kimia 2018), dan Ayu Silvia Fitri (Kimia 2018) akhirnya mengajukan proposal untuk pendanaan Inkubasi Bisnis Batch 2. Selama proses seleksi proposal tersebut, dilakukan juga penambahan anggota tim dari savon itu sendiri. Untuk melengkapi peran masing-masing anggota dalam menjalankan Savon, kemudian dilakukanlah integrasi dengan mahasiswa dari program studi lain yaitu Widya Lembayung Hasibuan (Manajemen 2018). Dan untuk kontinuitas dan pengembangan Savon kedepannya dilakukan juga penambahan anggota yang berasal dari kimia angkatan 2019 yaitu Fandry Hosea Jaby.