Pandemi Tak Surutkan Prestasi, Andrea Hanna Berhasil Menjadi Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Wilayah Jakarta (LLDIKTI wilayah III) Tahun 2021

Kabar gembira datang dari salah satu mahasiswa Kimia Universitas Pertamina, Andrea Hanna Rininditia, yang berhasil meraih juara 2 dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Program Sarjana Tingkat Wilayah III Tahun 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 05 – 26 Juli 2021. 

Pilmapres merupakan program yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka pengembangan kompetensi mahasiswa dan implementasi kebijakan Kampus Merdeka. Pilmapres tahun 2021 ini terbagi menjadi dua program yaitu Sarjana dan Diploma. Dan kegiatan Pilmapres tahun 2021 dilaksanakan secara daring.

Menurut Andrea, jangka waktu seleksi Pilmapres dari tingkat universitas menuju seleksi tahap pertama sangat panjang, namun Ia tetap berlatih dengan tekun agar lebih siap untuk menghadapi seleksi dan mengalahkan pesaing lainnya. “Jangka waktu dari kemenangan di tingkat universitas menuju ke seleksi tahap 1 Pilmapres sangat panjang. Dari bulan Februari hingga bulan Juni. Tetapi di bulan-bulan tersebut, saya banyak berlatih dan terutama dibina oleh pembina-pembina hebat di Universitas Pertamina dalam penulisan gagasan kreatif. Berminggu-minggu revisi dilakukan untuk mendapatkan gagasan kreatif yang tepat sasaran, sehingga saya lebih siap saat seleksi. Bahkan banyak juga persiapan yang dilakukan hanya untuk wawancara validasi capaian unggulan pada seleksi tahap 1,” tuturnya. 

Untuk menunjang keberhasilannya, Andrea melakukan penelitian berbasis komputasi dalam mengembangkan obat kanker payudara. “Ada tiga tahap yang dilakukan secara berurutan dalam proses pengembangan obat, yakni in silico, in vitro, dan in vivo. Penelitian saya berada di tahap in silico. Jadi, ini merupakan tahap awal untuk melihat efektivitas dan efisiensi obat. Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode molecular docking yang dilakukan melalui simulasi komputasi untuk mengamati reaksi kandidat obat yang dikembangkannya pada protein kanker,” ungkapnya.

Andrea juga melakukan analisis efektivitas kandidat obat yang dikembangkannya melalui metode ini. “Persentase efektivitasnya itu tampak dalam bentuk nilai dari interaksi si kandidat obat dengan senyawa protein. Semakin besar nilainya, interaksinya semakin besar. Artinya, kandidat obat ini semakin bagus dalam mengikat senyawa protein dari kanker payudara. Sehingga, senyawa protein itu jadi sulit untuk berkembang,” ucapnya.

Selain itu, Andrea mengungkapkan bahwa penerapan komputasi sangatlah membantu. Karena proses evaluasi potensi dan resiko toksik dapat dilakukan lebih cepat.

“Alhasil, puji Tuhan saya berhasil terpilih dalam 90 mahasiswa dari total 456 mahasiswa se-Indonesia untuk melanjutkan seleksi di level nasional, serta menjadi juara 2 di wilayah Jakarta (LLDIKTI wilayah III). Semua bukan hanya hasil kerja keras saya, tetapi juga dari support yang saya peroleh dari para pembina di kampus dan pembimbing saya. Motivasi saya sangat terbakar untuk terus melanjutkan proses seleksi ini dan menunjukkan bahwa Universitas Pertamina deserve untuk mendapatkan rekognisi,” pungkasnya.