Affordable and Clean Energy “Geotermal Masa Depan Berbasis Kabel Grafena” oleh Tim GFK Kimia Universitas Pertamina Lolos PIMNAS 2020

Tim GFK Kimia Universitas Pertamina yang beranggotakan Azka Rohbiya, Brigita Yosephine, Linda Putri Astuti, Christina Aprilia, Fahdly Awaludin, dan Yong Richard Sriwijaya berhasil memasuki babak PIMNAS pada ajang PKM-GFK 2020. Gagasan Futuristik dan Konstruktif tersebut diajukan dengan judul “Kabel Grafena sebagai Penghantar Panas Terbaik pada Aplikasi Energi Geotermal”. Gagasan ini berawal dari ketertarikan mahasiswa mengenai pengembangan EBT di Indonesia, terutama pada energi panas bumi.  Geotermal (Energi Panas Bumi) sendiri merupakan Energi Baru Terbarukan yang memiliki prospek yang sangat baik untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini dikarenakan letak geografis Indonesia yang memiliki banyak sekali aktivitas vulkanik. Indonesia sendiri diperkirakan dapat menghasilkan energi sebesar 28 GW dari energi panas bumi, atau setara dengan 40% dari seluruh potensi panas bumi yang ada di dunia.  

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Tim PKM-GFK Kimia Universitas Pertamina mengusulkan ide pembuatan kabel yang dapat menghantarkan panas dari dalam bumi. Kabel tersebut dibuat dengan material grafena yang dilapisi oleh material keramik untuk melindungi sifat material grafena didalamnya. Panas yang dihantarkan oleh kabel tersebut kemudian akan ditampung di dalam core reaktor. Panas dalam core reaktor  selanjutnya akan diteruskan ke turbin dan generator untuk menghasilkan listrik.  Gagasan tersebut juga didukung oleh video edukasi berupa animasi yang dapat dilihat pada link berikut ini :

Gagasan tersebut kemudian bersaing dengan gagasan lainnya untuk mendapatkan pendanaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah dinyatakan lolos pada tahap pendanaan, selanjutnya Tim PKM-GFK Kimia Universitas Pertamina diharuskan untuk membuat laporan kemajuan mengenai pendanaan tersebut. Berdasarkan penilaian laporan kemajuan yang telah dibuat, Tim PKM-GFK  dinyatakan lolos tahap PIMNAS 2020.