Membanggakan, Tim Mahasiswa Universitas Pertamina Berhasil Meraih Juara Best Paper pada Scientific Paper Competition ASEAN Pertamina SPACE UP 3.0

Tim mahasiswa Kimia Universitas Pertamina yaitu A.A.Gd. Bagus Mahendra, Rafkita Shelly, dan Rizqi Alifia Nur Asy-Syifa

Mengawali awal tahun 2021, perwakilan Universitas Pertamina, mahasiswa Kimia Universitas angkatan 2018 yakni A.A.Gd. Bagus Mahendra, Rafkita Shelly, dan Rizqi Alifia Nur Asy-Syifa mengharumkan nama Universitas Pertamina dalam kancah ASEAN.

Perwakilan Universitas Pertamina tersebut berhasil meraih Juara Best Paper pada Scientific Paper Competition yang diselenggarakan oleh ASEAN Pertamina SPACE UP 3.0. Kegiatan tersebut digelar di Universitas Pertamina, 2 November 2020 – 21 Januari 2021 lalu.

Scientific Paper Competition tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari beberapa Perguruan Tinggi ternama di seluruh Indonesia. Dari puluhan peserta yang ikut, hanya 10 tim yang lolos ke babak final diantaranya Universitas Pertamina, Universitas Telkom, Universitas Wijaya Kusuma, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Diponegoro.

 

Bagus Mahendra mengatakan, prestasi yang diraih ini tidak lepas dari tantangan yang ada khususnya di masa pandemi. “Penelitian di masa pandemi sangat menantang, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Just keep swimming!,” ujar Bagus Mahendra.

Tim yang diketuai oleh Bagus Mahendra mengusung paper tentang potensi minyak larva Zophobas morio sebagai imunomodulator yang dapat dikembangkan di Indonesia. Imunomodulator merupakan zat yang dapat memodifikasi respons imun terhadap antigen dari dalam dan luar tubuh dengan meningkatkan (imunostimulator) atau menurun (imunosupresif) produksi antibodi serum. Diketahui bahwa asam linoleat merupakan komponen utama minyak yang ditemukan pada larva Zophobas morio yang memiliki aktivitas imunomodulator yang tinggi dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, minyak larva Zophobas morio mudah dikembangbiakkan di daerah tropis dan tidak membutuhkan area yang luas.

Abstrak paper

Paper dengan judul “Vitaworm’ Potential of Zophobas Morio’s Fatty Acid as Immunomodulator berdasarkan tema Living With Covid-19 in New Normal Era ini merupakan gagasan yang sangat kreatif dan layak dikembangkan di masa depan. 

“Pengetahuan itu murah dan mudah di dapat. Namun masalah terbesarnya adalah apakah kita mau untuk mencari pengetahuan tersebut? Walaupun ide yang diajukan muncul sebelum adanya vaksin penanganan COVID-19. Semoga main material yang dibawa bisa menghasilkan ide lain dilihat dari potensinya yang sangat besar,” ujar Rizqi.

“Dan jangan menganggap remeh ide yang muncul, dengan niat dan usaha yang benar in syaa Allah akan membawa kebermanfaatan. Semoga kedepannya makin banyak manfaat yang dapat ditebar. Semangat untuk kita semua!” tutup Rafkita sebagai kata-kata penyemangat.