Student Exchange Experience: Fahdly Awaluddin

“Unexpected Journey” to UTP

oleh: Fahdly Awaluddin (Mahasiswa Kimia Angkatan 2017) 

Judul esai ini seperti halnya Film Hobbit, karena memang banyak hal yang diluar ekspektasi dan rencana. Saya adalah mahasiswa jurusan kimia di Universitas Pertamina yang mengikuti program student exchange ke jurusan applied chemistry Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia. Alasan terkuat mengapa saya ingin mengikuti program ini adalah belajar hal baru yang pasti bermanfaat untuk diri sendiri dan sekitar, kata belajar pada kalimat tersebut bukan hanya mengacu pada akademik saja, akan tetapi sosial dan budaya.

Motto Universitas Pertamina “Be Global Leaders” yang selalu di serukan sangat tepat untuk menggambarkan semangat saya mengikuti program ini, untuk merealisasikan hal tersebut study abroad salah satu tolak ukur keberhasilan menjadi be global leaders. Memilih jurusan applied chemistry Universiti Teknologi PETRONAS menjadi pilhan tepat bagi saya, umur nya yang sudah 20 tahun lebih sudah bisa dikatakan matang menyelenggarakan Pendidikan, bisa dilihat dari segi kurikulum, fasilitas, dan budaya yang tebentuk. Sebuah frame foto yang di pajang pada setiap Gedung menunjukan alumni UTP yang berhasil menjebol dunia pekerjaan, wirausaha, dan aktivis, bahkan Menteri pemerintahan bukti nyata bahwa UTP layak menjadi Universitas Swasta terbaik nomor satu di negeri Jiran. Apalagi jika berbicara tentang fasiltas, yang bahkan industri saja belum tentu punya, seperti pusat penelitian nanoteknologi dan peralatan seperti NMR dan XRD. Malaysia yang terkenal dengan toleransi tinggi mereka bisa hidup dengan bermacam-macam budaya, sperti Melayu, Tionghoa, dan india.

Tentu saja ada urusan administrative yang harus diselesaikan untuk mengikuti program ini, salahsatunya adalah dokumen Visa, dokumen tersebut merupakan syarat wajib yang harus dimiliki karena sebagai izin anda untuk menuntut ilmu pada perguruan tinggi yang dituju, untuk membuat Visa anda harus memiliki surat yang menyatakan anda telah diterima oleh perguruan tinggi yang dituju (UTP). Visa yang dibuat pun single entry Visa dan Multi entry Visa, yang dibuat di Kedutaan besar Malaysia. Jika ingin lancar pada urusan administrasi pastikan pada saat seleksi langsung oleh pihak Internationa Office berjalan dengan baik dan baca persyaratan nya, seperti Passport, english ceritificate, IPK, dll. Ada juga kesempatan mendapatkan beasiswa sebesar 500 USD, yang persyaratanya adalah telah dinyatakan lolos mengikuti student exchange, sehingga proses beasiswa akan berjalan setelah proses keberangkatan student exchange, tips untuk mendapatkan beasiswa adalah buktikan bahwa anda layak menerimanya seperti pencapaian prestasi, organisasi, dampak sosial, dll.

UTP mempunyai hostel/dorm yang dikhususkan bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat tinggal di area dalam kampus, untuk mahasiswa internasional seperti saya, akan dikhususkan kamar yang tersedia fasilitas air conditioner. Fasilitas essential lainya seperti WIFI, set kamar, set dapur, kamar mandi sudah tersedia dalam keadaan baik. Pada saat keberangkatan dari Indonesia akomodasi sudah dipastikan oleh pihak UTP dan UP, awal keberangkatan kami diantar oleh pihak Intenational office UP sampai bandara, setelah sampai di Kuala Lumpur langsung di jemput oleh bus dari UTP menuju kampus di Negeri Perak, setelah sampai di kampus kami diberikan kunci kamar hostel untuk beristirahat dan menyiapkan keperluan kuliah esok hari.

Pembelajaran disini menggunakan Bahasa inggris full, baik saat dosen mengajar di kelas, sesi lab, dan ujian/tes, pada saat ujian wajib untuk mengisi dalam Bahasa inggris, beda pada saat kelas dan lab, jika ingin bertanya diperbolehkan dalam Bahasa Indonesia, namun Bahasa Indonesia dengan Bahasa melayu agak berbeda, sehingga sangat disarankan menggunakan Bahasa inggris. Pada saat di UTP ada seorang Pembina yang bisa komunikasi secara langsung untuk keperluan konsultasi selama program student exchange disana, jadi jangan khawatir akan gelap informasi.

Pemenuhan nilai akademik disana berdasarkan quiz, test, lab, presentation dan final exam, persentasi terbesar terdapat pada final exam sebesar 50% bobotnya, namun karena pandemic covid-19 pada bertepatan pada saat exam week, final exam digantikan dengan extended assignment, berbeda dengan final exam, extended assignment menuntut seberapa jauh pemahaman kita terhadap materi yang telah diajarkan dan harus dikembangkan berdasarkan pendapat diri sendiri yang original.

Iklim dan cuaca disini tidak berbeda dengan di Indonesia, hanya ada 2 musim saja, kemungkinan jet lag disini pun hamper tidak ada, hanya saja waktu lebih lambat sekitar satu jam lebih. Ketersediaan jaringan di kampus pun sangat baik, jika dirasa terlalu mahal roaming SIM card Indonesia, anda dapat membeli SIM card Malaysia di convenience store terdekat.

Makanan di malaysia sangat beragam, karena dipengaruhi makanan dari china, india, dan arab. Setiap hari nya anda dapat berganti menu seakan-akan berkeliling asia dengan hanya menyantap makanan di Malaysia, harganya pun terjangkau rata-rata setiap porsi sekitar 6-7 Ringgit saja atau sekitar 18000-21000 rupiah. Dan kabar bahagianya adalah makanan tersebut tersedia di UTP pada setiap café, total ada 6 café utama di UTP mewakili jumlah village atau Gedung asrama di kampaus, tiap-tiap café memiliki jenis makanan berbeda, banyak yang menjual makanan di area gedung perkuliahaan pada saat ada acara/ festival.

Normalnya program ini selesai pada bulan awal April, namun dikarenakan pandemic covid- 19, sehingga proses perkulihan diperpanjang sampai dengan bulai mei, sebelum pandemi terjadi, perkuliahan berjalan normal, saya mengambil sks penuh yaitu sebanyak 15, dengan 2 matakuliah pilihan, sangat disanyangkan karena ketidaktahuan pemilihan matakuliah pada sebelum keberangkatan, sehingga kelas mata kuliah wajib tidak dibuka, sehingga saya harus mengambilnya di UP semester depan, walaupun begitu matakuliah pilihan atau wajib sama saja menambah ilmu pengetahuan, intrumentasi bagi jurusan kimia merupakan hal yang sangat penting disini terdapat alat yang sangat jarang dimiliki oleh perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, bahkan industripun belum tentu punya, instrument tersebut adalah NMR dan X-RD, sangat bersyukur karena saya diberikan kesempatan untuk menggunakan alat tersebut pada saat sesi praktikum. Selian itu ketersediaan bahan belajar disini sangat memadai, perpustakaan yang menjadi icon UTP sangat lah bagus dalam memfasilitasi mahasiswa. Disini pun saya mempunyai teman baru yang berasal dari negara Malaysia dan lainya, seperti perancis, maroko, Senegal, pakistan, brunei, dll. karena sebanyak 10% mahasiswa disini merupakan mahasiswa international. Berbagi cerita pada negara masing- masing merupakan hal yang sering kita bicarakan, sampai saat ini kami terus berhubungan baik melalaui media sosial. semangat belajar dan organasasi mereka begitu tinggi, yang membuat saya lebih terpacu untuk berkembang.

Program ini tidak akan menghalangi kalian untuk melakukan hal yang lain yang progresif, seperti saya mengikuti kompetisi international di johor dengan Pembina dari UTP, dan menjadi mahasiswa berprestasi Universitas Pertamina 2020. Jika penat dengan kegiatan kampus, UTP yang terletak di Perak, sangat strategis bagi kalian yang ingin travel, antar negeri seperti ke Ipoh, Penang, Kuala Lumpur, tempat-tempat tersebut sangat indah sekali, bahkan jika ingin pejalanan keluar negeri anda bisa ke Singapura dan Thailand yang jarak nya dekat.

Pada saat pandemic covid terjadi pihak UTP dan UP langsung tanggap berkoordinasi bagi kami, walaupun kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan, alternatif yang dijalankan adalah dengan kelas online, dosen-dosen disini sangat responsif jika kami tanya melaui e-mail dan whatsapp. Protokol kesehatan sangat ketat dijalankan di kampus ini, karena Malaysia melangsungkan lockdown membuat mahasiswa dilarang keluar kampus, kecuali dengan syarat tertentu, semua mahasiswa termasuk saya dijamin oleh kerajaan malaysia sebesar 15 Ringgit/hari, dan banyak bantuan snack dari alumni UTP setiap 2 hari sekali. Intinya selama pandemi kami tidak mengalami kesulitan makanan karena bisa café dan convenience store tetap buka. Ketikan kepulangan pun kami diantar oleh pihak UTP sampai bandara. Ketika sampai di Indonesia kami harus test covid-19 di wisma atlet, berita baik nya semua siswa student exchange UP Negative dari covid-19, itulah salah satu bukti UTP berhasil menjaga keamaan mahasiswa nya.Semua hal tersebut diluar dari rencana oleh karena itu saya beri judul tulisan ini unexpected journey, bagi saya pengalam hidup ini sangat berarti karena mengembangkan pola pikir dan mental.

Saya sangat suka student activities disini yang sangat mendorong mahasiswa untuk melakukan kegiatan non-akandemik yang sangat berguna, seperti olahraga dan kegiatan kerelawanan. Hal baru bagi saya adalah kegiatan bermain kayak yang sering saya lakukan selama disana. selain itu karena saya mengikuti kompetisi international yang dibina oleh salah satu dosen di UTP bernama Dr. Lim Jun Wei, beliau sangat memberi kesempatan leluasa bagi saya, seperti bisa menggunakaan lab nya untuk trial percobaan, dan membangun prototype, hal tersebut pun menjadi pengalaman pertama saya mendapatkan Pembina dari luar negeri, hal-hal seperti berdiskusi, persentasi, dan menulis paper ilmiah Bahasa inggris yang sering dilakukan. Bahkan beliau bersedia mengantar kami ke Johor menuju tempat kompetisi berlangsung.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]